Mengapa Pembumian Pada Setiap Instalasi Listrik Begitu Penting ? Dan Mengapa Kita
Membutuhkan Pembumian Listrik ( Electrical Grounding ) ?
Grounding atau Pentanahan adalah sistem pentanahan yang terpasang pada suatu
instalasi listrik yang bekerja untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan
arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus dari sambaran petir ke bumi. Cara
pemasangan grounding ini dapat menggunakan sebuah elektroda khusus untuk
pembumian yang ditanam di bawah tanah. Contoh pemasangan grounding atau
pentanahan seperti pada gambar berikut ini.
Fungsi Grounding
Sistem grounding pada peralatan kelistrikan dan elektronika adalah untuk
memberikan perlindungan pada seluruh sistem. Untuk lebih jelasnya, berikut ini
adalah beberapa fungsi dari grounding:
Untuk keselamatan, grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik langsung
ke bumi atau tanah saat terjadi kebocoran isolasi atau percikan api pada konsleting,
misalnya kabel grounding yang terpasang pada badan/sasis alat elektronik seperti
setrika listrik akan mencegah kita tersengat listrik saat rangkaian di dalam setrika
bocor dan menempel ke badan setrika.
Dalam instalasi penangkal petir, system grounding berfungsi sebagai penghantar
arus listrik yang besar langsung ke bumi. meski sifatnya sama, namun pemasangan
kabel grounding untuk instalasi rumah dan grounding untuk pernangkal petir
pemasangannya harus terpisah.Sebagai proteksi peralatan elektronik atau
instrumentasi sehingga dapat mencegah kerusakan akibat adanya bocor
tegangan.Grounding di dunia eletronika berfungsi untuk menetralisir cacat (noise)
yang disebabkan baik oleh daya yang kurang baik, ataupun kualitas komponen yang
tidak standar.
Bila kabel grounding berfungsi sebagai penghantar arus, maka alat yang
mendeteksi adanya arus sisa atau arus bocor adalah constant 25ER-ANALOG
EARTH RESISTANCE TESTER dapat mendeteksi kebocoran arus tanah dengan
akurasi 1-5% . dengan range tegangan mencapai 750 Volt.
Click Here To Start Whatsapp Chat
